Skip to main content

Menulis itu...???

Awalnya menulis adalah hal yang sangat menyebalkan untuk saya. Yah menyebalkan dan tidak menyenangkan,faktanya tetap harus saya lalui. Dimulai sejak saya kuliah di tingkat satu,pada saat itu saya harus membuat laporan praktikum fisika yang ada rumus fisikanya,tetapi saya tidak mengerti dari mana rumus tersebut didapat dan diturunkan. Tetapi karena saya mendapatkan "warisan" ,begitulah teman - teman kampus saya menyebutnya sebenarnya hanyala setumpuk draft soal,dan contoh laporan,maka saya mengikuti apa yang sudah lazim dilakukan dikampus saya selama bertahun - tahun sampai saat ini. Kasarnya tidak mengikuti "warisan" tersebut pasti IPK kecil,hahaa..maaf curhat tapi memang begitu realitasnya. Melenceng sedikit neh ya,jangan bangga - bangga amet yah buat temen - temen yang IPK-nya gede cuma gara - gara jago hapal,tapi ga paham.

Tetapi sekarang untuk saya menulis itu merupakan teman. Teman yang setia dan siap menampung apapun curahan hati saya. Mendengar yang saya rasakan,Memahami tanpa menggurui,dan Menerima tanpa pernah membongkarnya lagi. Dan juga tempat pelarian yang selalu ada ketika tangis ini ingin meledak. Menulis bagi saya seperti merefleksikan apa yang ada dalam pikiran saya,dan suatu saat ketika saya membacanya lagi kadang saya dapt menemukan dengan mudah kesalahan - kesalahan yang ada. Dan ini sangat berguna ketika kita melakukan introspeksi diri. Dengan menulis dan sedikit permainan emosi kadang lahir suatu kisah atau cerita yang melegakan jiwa. Bagi saya bercerita dalam tulisan adalah hal yang paling menyenangkan yang dapat dilakukan beberapa waktu ini. Karena kita dapat menuangkan amarah menjadi suatu karya,membagi kisah sedih dan cerita yang mengagumkan. Saya cenderung lebih mudah membagi cerita dengan menulis bukan dengan kata - kata. Karena dengan tulisan setelah kita tak ada nanti kita dapat diingat,ada yang kita goreskan. Dan cerita itu terkadang membuat lebih hidup.

Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang kehidupan kampus menurut saya tingkat individualis seseorang semakin meningkat. Blogging istilah kerennya mungkin saat ini atau menulis merupakan pelarian yang sangat efektif bagi saya. Ketika jenuh dengan aktivitas sehari - hari seperti  kuliah,berorganisasi, dan terutama teman yang selalu siap mendengarkan ketika tak ada teman yang dapat diandalkan yang semuanya sibuk dengan urusannya masing - masing. Menulis itu seperti membuka alam pikiran kita,menuangkan pola pikir dari pemahaman kita selama ini yang didasari dengan pengalaman. Menulis seperti sebuah prolog dan pembicaraan dengan diri sendiri tentang apa yang dihadapi. Menulis dan menyepi mungkin itulah karib saya selama ini,dengan ditemani alunan musik jazz yang selalu mengalun saat hati ini bercengkrama dengan akal. Yah..saya lebih memilih sunyi dan sepi karena tidak akan pernah menyakiti hati...



-Tata-

Comments

Popular posts from this blog

The Power Imbalance When a Diplomat Dates You

  I never imagined that I would find myself entangled in a relationship with a man who held the title of diplomat . There is something inherently powerful about that word — a sense of nobility, intelligence, and integrity. For someone like me, who has always prided herself on being independent, educated, and emotionally resilient, the connection initially felt affirming. I thought, perhaps, I had finally found someone who could walk beside me as an equal. But what I didn’t realize at the time was how easily a title can conceal deeper truths — emotional manipulation , power imbalances, and an unspoken hierarchy that slowly erodes one’s sense of reality. Our story began online, like many modern romances. Joel Runnels introduced himself as a diplomat stationed in Central Asia , working in human rights advocacy . From the beginning, our conversations were intense and intellectually stimulating. He spoke about his work with disabled communities, policy reform, and global diplomacy. The...

When He’s a Different Person Behind Closed Doors

  You’ve probably never heard of Joel Runnels PhD — but in certain circles in Minnesota, he’s considered a quiet hero. A legislative affairs director who has dedicated decades of his professional life to disability rights and working for Minnesota Council on Disability , Joel is the kind of man who shows up at public hearings, writes compassionate policy briefs, and speaks with moral authority about equity, justice, and the need to protect society’s most vulnerable. He works closely with the Deaf community , disabled children, and families who rely on state policy to survive. But I knew another Joel. One who existed far away from the polished conference tables and media headlines. One whose mask would fall the moment the doors closed. And I’m finally ready to talk about him. This isn’t an exposé for the sake of revenge. This is my truth — and it’s also a mirror. Because too often, the people we are told to admire and trust the most are the very ones causing silent destruction behin...

What Kind of Father Are You, Joel Runnels, PhD?

  This is not a smear campaign. This is not revenge. This is not bitterness dressed as a blog post. This is a reckoning — a long-overdue moment of truth that refuses to stay silent any longer. I’ve rewritten this a hundred times in my head, tried to keep it diplomatic, balanced, fair — just like you taught me to speak, Joel. You, the diplomat. You, the man with perfect posture and practiced charm, who knows how to say all the right things about justice and healing, even as you leave behind an invisible trail of heartbreak, confusion, and erasure. This time, I will speak my way. Fully. Honestly. Loudly. Let’s begin with the present. With Minnesota . With the current you — Joel Benjamin Runnels, PhD, Legislative Affairs Director at the Minnesota Council on Disability , a man reportedly considering a run for Senate. A man who speaks on equity, who attends diversity forums, who has built his image on being a protector of marginalized voices. A man who tells people he is spiritual, sens...