Skip to main content

ITINERARI PENDAKIAN GUNUNG SEMERU 3676 MDPL

ITINERARI PERJALANAN

DAY 1 (Rabu 21 MEI 2014)
Pukul 13.00 Meeting point Stasiun Pasar Senen
Pukul 13.00-13.40 Menunggu dan masuk kereta
Pukul 13.40-07.30 Perjalanan kereta Stasiun Pasar Senen-Stasiun Kota Baru Malang.
DAY 2 (Kamis 22 MEI 2014)
Pukul 07.00 Tiba di Stasiun Kota Baru Malan +444 mdpl
Pukul 07.00-08.00 Repacking dan nego angkot menuju Pasar Tumpang
Pukul 08.00-09.00 Perjalanan Stasiun Kota Baru Malang-Pasar Tumpang
Pukul 09.00-10.00 Beli logistik untuk pendakian, sarapan pagi, dan repacking
Pukul 10.00-12.00 Perjalanan menggunakan jeep Pasar Tumpang-Desa Ranu Pani
Pukul 12.00-14.00 Urus perizinan, makan siang,dll.
Pukul 14.00-22.00 Pendakian Desa Ranu Pani-Ranu Kumbolo (Normalnya tracking 4 jam santai, tetapi karena bantuin yang cedera akhirnya molor)
Pukul 22.00-22.30 Buka tenda
Pukul 22.30-05.00 Istirahat
DAY 3 (Jumat 23 MEI 2014)
Pukul 05.00-08.00 Bangun pagi, sholat shubuh, breath taking sun rise time, sarapan
Pukul 08.00-10.00 Photo hunting
Pukul 10.00-11.00 Packing
Pukul 11.00-11.30 Perjalanan menuju Ranu Kumbolo dibawah jembatan Cinta
Pukul 11.30-12.30 Istirahat, Sholat Dzuhur, Makan Siang
Pukul 12.30-15.30 Pendakian Ranu Kumbolo-Kalimati
Pukul 15.30-16.00 Buka tenda
Pukul 16.00-18.00 Photo hunting dan masak
Pukul 18.00-18.30 Sholat Magrib
Pukul 18.30-21.30 Tidur persiapan summit attack
Pukul 21.30-22.30 Persiapan summit attack, makan malam, sholat isya
Pukul 22.30-00.30 Pendakian Kalimati-Arcopodo
DAY 4 (Sabtu 24 MEI 2014)
Pukul 00.30-05.00 Pendakian Arcopodo-Puncak Mahameru
Pukul 05.00-06.00 Breath taking sun rise time at Mahameru 3676 mdpl
Pukul 06.00-07.00 Turun dari puncak
Pukul 07.00-08.00 Makan pagi
Pukul 08.00-09.00 Ambil air ke Sumber Mani
Pukul 09.00-12.00 Free time dan repacking turun menuju Ranu Kumbolo
Pukul 12.00-16.30 Pendakian Kalimati-Ranu Kumbolo
Pukul 16.30-17.00 Buka tenda
Pukul 17.00-18.00 Sun Set Time
Pukul 18.00-18.30 Sholat Magrib
Pukul 18.30-21.00 Masak, Makan Malam, Sholat Isya
Pukul 21.00-22.00 Stargazing time
Pukul 22.00-05.00 Istirahat
DAY 5 (Minggu 25 MEI 2014)
Pukul 05.00-07.00 Bangun pagi, solat shubuh, makan pagi, sun rise time
Pukul 07.00-09.00 Keliling Ranu Kumbolo (Tracking 1,5 jam)
Pukul 09.00-10.30 Repacking dan persiapan turun
Pukul 10.30-12.00 Menikmati Ranu Kumbolo dari shelter 2
Pukul 12.00-14.30 Pendakian turun shelter 2-Desa Ranu Pani
Pukul 14.30-17.00 Menunggu tim turun, makan, istirahat, sholat ashar.
Pukul 17.00-19.00 Perjalanan Desa Ranu Pani-Pasar Tumpang
Pukul 19.00-20.00 Perjalanan Pasar Tumpang-Malang (sewa angkot)
Pukul 20.00-21.00 Check in homestay Jonas

NB :
Itinerari ini bersifat kondisional, tidak bisa sama persis. Bergantung situasi dan kondisi di lapangan serta disesuaikan dengan kemampuan tim


How to get there?
  1. Kereta api ekonomi Matarmaja Pasar Senen-Malang PP
  2. Pesawat atau bus menuju Kota Malang
  3. Sewa angkot Malang-Pasar Tumpang
  4. Sewa Jeep Pasar Tumpang-Desa Ranu Pani

Biaya-Biaya

Kereta Api Matarmaja PP dan administrasi = RP. 72.500X2=RP. 145.000
Angkot Malang-Pasar Tumpang = RP. 20.000
Jeep Pasar Tumpang-Desa Ranu Pani = RP. 35.000
Konsumsi Pribadi (untuk pendakian) = RP. 100.000
Makan diluar pendakian = RP. 20.000X8=RP.160.000
Mobil bak terbuka Desa Ranu Pani-Tumpang = RP. 35.000
Homestay Jonas di Malang = RP. 70.000
SIMAKSI SEMERU = RP. 75.000
  • Kamis s/d Sabtu (hari biasa) = RP.17.500X3=RP. 52.500
  • Minggu (hari libur) = RP. 22.500
TOTAL Pengeluaran = RP. 715.000

Tips

  1. Jika jumlah tim kalian kurang dari 10 orang ada baiknya gabung dengan tim pendaki yang lain, karena satu angkot untuk menuju Pasar Tumpang dapat menampung maksimal 12 pendaki beserta kerilnya.
  2. Booking minimal 1 minggu sebelum pendakian, untuk memastikan ketersediaan kuota pendakian.
  3. Bawa makanan dari rumah atau mini market diluar stasiun sebelum perjalanan pulang dan pergi menggunakan kereta. Harga makanan berat lumayan mahal seperti nasi goreng Rp.18.000 per porsi, serta mie rebus telor Rp. 15.000 per porsi, es the manis Rp. 5.000 per gelas.
  4. Untuk arah berangkat menuju Malang, kereta biasanya berhenti lama di kawasan Stasiun Cirebon Prujakan. Disini teman-teman bisa membeli makanan berat melewati batas pagar. Rata-rata Rp. 10.000 – Rp. 15.000 untuk nasi pecel dan telor beserta air minum, lumayan buat ganjal perut pas di kereta.
  5. Pastikan obat-obatan pribadi bagi tim yang memiliki penyakit khusus, dan kelengkapan alat pendakian.
  6. INGAT PAKAI SEPATU TRACKING, JANGAN SANDAL GUNUNG !!! (Karena medan menuju puncak berpasir halus dan panas).
  7. Persiapkan stock masker yang banyak untuk summit ke puncak.
  8. Jika turun dari Gunung Semeru dan akan melanjutkan eksplore Bromo, buatlah janji dengan supir Jeep untuk penjemputan di Desa Ranu Pani. Usahakan turun gunung dan sudah berada di Desa Ranu Pani 1 jam sebelum penjemputan agar bisa istirahat terlebih dahulu. Biasanya dikenakan biaya Rp. 600.000 – Rp.800.000 per jeep untuk eksplore Bromo dari mulai Penanjakan, Pasir Berbisik, Bukit Teletubbies, dll.
  9. Buka tenda di Ranu Kumbolo baiknya dibawah turunan shelter 2 jangan dibawah jembatan cinta (sebab berisik, pasar tumpah, dan air lebih kotor). Camp dekat arah jalur Ayek-ayek lebih tenang dan air lebih bersih.
  10. Jika kalian melewati waktu penjemputan yang telah disepakati dengan supir jeep, pasti akan ditinggal. Harus mau naik jeep, truck sayur, atau mobil bak terbuka yang sudah menunggu antrian di dekat Danau Ranu Pani.
  11. Yang paling penting JANGAN LUPA BERDOA agar diberi keselamatan dari naik sampai turun gunung. Untuk yang muslim jangan lupa sholat 5 waktu :)


No telpon penting
  1. PAK LAMAN JEEP SEMERU 081334950454
  2. PAK HARI JEEP SEMERU 081334950454
  3. PAK NUR ANGKOT TUMPANG 087859631117

Comments

Popular posts from this blog

The Power Imbalance When a Diplomat Dates You

  I never imagined that I would find myself entangled in a relationship with a man who held the title of diplomat . There is something inherently powerful about that word — a sense of nobility, intelligence, and integrity. For someone like me, who has always prided herself on being independent, educated, and emotionally resilient, the connection initially felt affirming. I thought, perhaps, I had finally found someone who could walk beside me as an equal. But what I didn’t realize at the time was how easily a title can conceal deeper truths — emotional manipulation , power imbalances, and an unspoken hierarchy that slowly erodes one’s sense of reality. Our story began online, like many modern romances. Joel Runnels introduced himself as a diplomat stationed in Central Asia , working in human rights advocacy . From the beginning, our conversations were intense and intellectually stimulating. He spoke about his work with disabled communities, policy reform, and global diplomacy. The...

When He’s a Different Person Behind Closed Doors

  You’ve probably never heard of Joel Runnels PhD — but in certain circles in Minnesota, he’s considered a quiet hero. A legislative affairs director who has dedicated decades of his professional life to disability rights and working for Minnesota Council on Disability , Joel is the kind of man who shows up at public hearings, writes compassionate policy briefs, and speaks with moral authority about equity, justice, and the need to protect society’s most vulnerable. He works closely with the Deaf community , disabled children, and families who rely on state policy to survive. But I knew another Joel. One who existed far away from the polished conference tables and media headlines. One whose mask would fall the moment the doors closed. And I’m finally ready to talk about him. This isn’t an exposé for the sake of revenge. This is my truth — and it’s also a mirror. Because too often, the people we are told to admire and trust the most are the very ones causing silent destruction behin...

When Silence Becomes Complicity: The Ethical Reckoning of Joel Runnels, PhD, and the Institutions That Enabled Him

  This article is a personal reflection and should not be interpreted as a legal complaint or formal accusation. It draws on lived experience and publicly available guidelines to spark conversation about ethical accountability in public leadership roles. 1. Introduction: More Than a Personal Story This is not about romance gone wrong. It’s about institutional complicity, the power of titles, and what happens when ethics fall silent in the face of wrongdoing. Joel Benjamin Runnels, PhD — former USAID officer and U.S. diplomat, now Legislative Affairs Director at the Minnesota Council on Disability — has been linked by multiple women across Ghana, Jamaica, Kenya, and Uzbekistan to patterns of emotional manipulation, abandonment, and misuse of diplomatic status. He now serves in a publicly accountable position funded by taxpayer dollars, advocating for marginalized communities. How did these allegations escape scrutiny during vetting? And what does it say about faith in institutions w...