Skip to main content

#BERSALING 2011


BERSALING atau Berbuka Sambil ingat lingkungan adalah asalah satu media berbagi untuk para anak yatim piatu.Dalam acaran ini kita akan berbagai kebahagian dengan para anak yatim piatu dengan menggalang kerja sama dengan para pemilik usaha distro untuk memberikan sumbangan pakaian baru bagai anak yatim tersebut. Dan mereka dapat merasakan kebahagian bagaimana rasanya mempunyai baju baru seperti anak - anak yang umumnya memiliki keluarga yang utuh.

Acara ini didukung oleh berbagai komunitas di Bandung seperti Komunitas Sahabat Kota,TEDxBandung,Komunitas Aleut,Sahabat WALHI,Greeneration,Greeners Magazine,ITB (Teknik Lingkungan),dan masih banyak yang lainnya. Dan akan dilaksanakan serentak di dua kota yakni Bandung,dan Jakarta.

Menurut saya pribadi acara ini menekankan pada kekuatan jejearng dan sifat kerelawanan sesorang. Ternyata setelah saya terlibat menajdi volunteer disini sebagai kakak pendamping,banyak juga kok anak muda yang terlibat dan menjadi relawan. Kalau kata orang anak muda cuma bisa hura - hura aja,ITU BOHONG BESAR...!!!. Buktinya selama setahun lebih keterlibatan saya sebagai orang yang wara- wiri di komunitas yang ada di Bandung justru banyak anak muda yang idealis dan kreatif membuat gerakan - gerakan baru. Bahkan kalau saya boleh menyebutkan ini zamannya Youth Change Maker,dimana anak muda yang banyak membawa perubahan besar.

Gak usah lah kita sok mengkritisi pemerintah yang ga becus ngurus pendidikan,dan negara. Kita berbuat aksi nyata aja dulu dilingkungan yang kecil tapi yang pasti dampaknya jelas dan nyata dan langsung kerasa. Contohnya seperti kegiatan sosial seperti #BERSALING ini. Daripada uang jajan yang kita punya cuma dipake hang out di kafe dengan membeli coffee senilai 40rb bukankah lebih bijak jika kita memberikan untuk tiket #BERSALING ,dapet pahala iya kepuasan batin iya. Atau kalau itu ternyata kegedaan yah bisa aja kan cuma beli tiket donasi 10rb aja. Saya suka heran dengan teman - teman saya yang ditawari kegiatan amal kayak gini suka nolak ,padahal menurut saya 10rb tuh dibandingkan uang jajan mereka jauh lebih besar. Eh malah lebih pada ngebelain hang out dan nonton yang juntrungannya kehidupa hedon dan konsumtif.

Maaf bukannya sarkasme atau sensitif ,tapi faktanya emang bener gitu kok... Coba aja liat orang - orang disekeliling kita. Yang lebih membandingkan gengsi diatas segalanya. Klao slogan saya mungkin beda "LU GA AKTIF KEGIATAN SOSIAL,ITU GAK GAUL...!!!" hehehe..upsss..bukan maksud menyindir pihak manapun,toh ini hanyalah pikiran saya dan saya berusaha membagi sama teman - temen yang baca blog saya ini,mau setuju mangga,enggak juga yah gak papa.Toh ga dihukum ini..hehehe...

Balik ke acara #BERSALING 2011,acara ini didukung oleh jaringan yang kuat.Kenapa jaringan yang kuat?. Yaiyalah kalo ga berjejaring gimana pada mau tahu,dan gimana pada mau dateng ke acaranya. Zaman sekarang tuh zamannya entrepreneur dan untuk jadi entrepreneur itu butuh mencakup masyarakat yang luas bukan sebagai segmen pasarnya agar produk yang dijualnya laku dan menghasilkan profit yang tinggi. Eitsss...tapi jangan salah tanggep dulu,kita - kita disini sebagai panitianya bukan berarti mata duitan yah,tapi semakin banyak tiket yang dijual semakin banyak anak yatim yang bisa ikut kegiatan ini.

Saya sangat setuju dengan pendapatnya Mas Sano dari Greeneration Indonesia,bahwa zaman sekarang adalah zamannya ngejual. Semua dijual walaupun beda produk kayak jasa,ataupun produk jadi. Dan semua itu membutuhkan kemampuan berbicara yang walhasil kudu didukung oleh kemampuan komunikasi yang baik dan tetep sopan dong yaa...

Yah intinya ayo kita mendukung gerakan #BERSALING 2011 ,kita buktiin bahwa kita kaum muda yang peduli lingkungan sekitar dan peka terhadap keadaan,dan bahwa kita gak cuma asyik dengan kehidupan sendiri.Dan mari berbagi,karena berbagi itu indah,dan sekalian nabung pahala. Percaya dech sama apa yang disebut "KALO NANAM BIBTNYA BAIK,HASILNYA JUGA BAIK". Udah disayang Tuhan,disayang sesama lagi...hehehe..Amienn...

Comments

Popular posts from this blog

The Power Imbalance When a Diplomat Dates You

  I never imagined that I would find myself entangled in a relationship with a man who held the title of diplomat . There is something inherently powerful about that word — a sense of nobility, intelligence, and integrity. For someone like me, who has always prided herself on being independent, educated, and emotionally resilient, the connection initially felt affirming. I thought, perhaps, I had finally found someone who could walk beside me as an equal. But what I didn’t realize at the time was how easily a title can conceal deeper truths — emotional manipulation , power imbalances, and an unspoken hierarchy that slowly erodes one’s sense of reality. Our story began online, like many modern romances. Joel Runnels introduced himself as a diplomat stationed in Central Asia , working in human rights advocacy . From the beginning, our conversations were intense and intellectually stimulating. He spoke about his work with disabled communities, policy reform, and global diplomacy. The...

When He’s a Different Person Behind Closed Doors

  You’ve probably never heard of Joel Runnels PhD — but in certain circles in Minnesota, he’s considered a quiet hero. A legislative affairs director who has dedicated decades of his professional life to disability rights and working for Minnesota Council on Disability , Joel is the kind of man who shows up at public hearings, writes compassionate policy briefs, and speaks with moral authority about equity, justice, and the need to protect society’s most vulnerable. He works closely with the Deaf community , disabled children, and families who rely on state policy to survive. But I knew another Joel. One who existed far away from the polished conference tables and media headlines. One whose mask would fall the moment the doors closed. And I’m finally ready to talk about him. This isn’t an exposé for the sake of revenge. This is my truth — and it’s also a mirror. Because too often, the people we are told to admire and trust the most are the very ones causing silent destruction behin...

When the Mask Falls: What I Learned After Being Lied to, Cheated On, and Gaslighted by a Diplomat

There’s a unique kind of heartbreak that comes not just from personal betrayal, but from betrayal by someone the world sees as respectable — someone who commands admiration, speaks with poise, and lives behind the diplomatic veil of charm and composure. I never thought I would find myself entangled in the emotionally devastating web of deceit, manipulation, and betrayal — especially not with a man trained to handle international relations, negotiations, and cultural sensitivity. But behind the polished exterior, I discovered a pattern of behavior that had been repeated many times before. A man who had fathered five children with two different women, leaving behind broken trust, confusion, and emotional damage. This is not a story told out of bitterness. It is told out of truth, growth, and a deep desire to help others recognize warning signs — and to choose themselves, every single time. The Charisma Trap He was everything that looked good on paper: well-educated, articulate, intellige...