Skip to main content

Lebih Dari Sebuah Perjalanan......

Tarveling atau berjalan-jalan pada saat ini siapa yang tidak mengenalnya. Traveling artinya berpergian ke suatu tempat untuk berlibur atau menemukan suasana baru. Beragam sebutan untuk jalan-jalan ini ada dari mulai flashpacker, backpacker, atau traveler. Saya sendiri seorang backpacker dalam artian melakukan perjalanan dengan budget seminimal mungkin untuk dapat menekan biaya perjalanan dengan moda transportasi paling hemat, penginapan paling murah, serta mendapatkan kepuasan maksimum dalam destinasi wisata. Kasarnya mau menderita, tapi tetep jalan-jalan.

Lain halnya dengan flashpacker itu batas tengah-tengah antara backpacker dengan traveler. Flashpacking disini anggaran tidak menjadi masalah untuk mereka, mau pake yang super murah atau super mahal yang penting jalan-jalan, dan menikmati momen atau suasana. Jadi lebih bersifat fleksibel.

Traveler itu adalah seseorang yang melakukan perjalanan dengan membeli kenyamanan sebagai persyaratan utama. Moda transportasi kelas utama, penginapan hotel berbintang, makanan atau restoran ternama. Kasarnya sih gak mau hidup susah semua maunya serba enak. Maka mereka rela membayar mahal untuk segala kemudahan yang didapat.

Menjadi seorang backpacker tidak pernah ada dalam pikiran saya sebelumnya. Semuanya berlalu begitu saja saat saya sedang melaksanakan penelitian tugas akhir di universitas. Seiring berjalannya waktu saya memang hobi jalan. Saya masih ingat mendalami hobi ini mungkin kurang dari 1 tahun. Kala itu saya melakukan solo backpacking ke kota Yogyakarta dan Solo. Disini saya belajar banyak hal seperti perencanaan biaya perjalanan yang baik, yang kala itu sempat over budget. Dituntut untuk mengambil keputusan cepat dan mandiri dalam segala hal. Intinya bersikap tidak manja, karena perjalanan yang saya pilih minim fasilitas.

Diikuti aktif di forum www.backpackerindonesia.com kemudian saya menjelajah beberapa destinasi di Pulau Jawa, meski belum ke pulau seberang seperti para sesepuh backpacker lainnya. Hal ini menimbulkan makna tersendiri bagi saya pribadi. Perjalanan lebih dari sebuah hura-hura atau membuang uang dan bersenang-senang. Tetapi lebih mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar, dan tetap rendah hati serta melatih insting kemanusian saya sebagai pribadi yang kecil dihadapan Tuhan.

Kenapa? sebab setiap pejalan harus bersikap adaptif terhadap segala hal yang terjadi diluar zona nyamannya masing-masing. Sebutlah perjalanan dengan kereta ekonomi, disitu kita melihat banyak ibu-ibu yang berjualan hingga dini hari dari kota-kota hanya untuk menyambung hidup mereka dari hari satu ke hari lainnya. Betapa kita yang hidup di kota besar seperti Jakarta atau Bandung dimudahkan oleh segala fasilitas. Hanya 1 kata pada akhirnya "Mensyukuri apa yang dimiliki...."

Perjalanan yang bersifat low budget yang jauh dari segala fasilitas mendidik kita mau tidak mau menjadi seorang pribadi yang mandiri, gak manja yang penting tetep survive, ndak ngoyo sama gak neko-neko. Belajar simple dan nrimo. Tapi bukan artian minim segalanya seolah-olah jadi gembel yaaa...Memperhatikan safety juga loh.

Perjalanan untuk saya lebih dari sebuah perjalanan, tetapi berupa wisata hati dan religi. Dimana saya belajar kembali memanusiakan hati saya untuk lebih peka, berfikir dengan nalar yang baik dan logis, merasakan kerasnya kehidupan, dan rasa cinta kasih pada Tuhan. Ya..hidup itu berat, ga segampang dan senyaman saat kita sekolah dulu dimana uang tinggal minta kepada orang tua. Pada fase pra dewasa semua berjuang untuk menyambung nyawanya masing-masing.

Perjalanan itu hadiah hati dan peningkatan spiritualitas bagi saya. Dimana setiap pejalan berdialog dengan diri sendiri, apakah hidup kita sehari-hari sebenarya sudah baik atau sebaliknya. Perjalanan bagi saya sebuah mediasi introspeksi menuju kematangan karakter lebih tinggi lagi. Semoga setiap perjalanan diakhiri dengan kebaikan pada setiap lini kehidupan kita nantinya.

Comments

  1. kalo saya setiap melakukan perjalanan selalu dengan sistem "nggembel"
    dan pasti ada saja cerita seru yang tak terduga hadir dalam perjalanan tersebut
    #salam celoteh backpacker

    ReplyDelete
  2. Jalan-jalan adalah pengobat galau nomor wahid..:-)

    ReplyDelete
  3. apapun makanannya obatnya tetep jalan-jalan.. #salahfokus

    ReplyDelete
  4. @ghozaliq : iya mas bro paling asyik memang backpacker, hitching, nendang banget lah itu berkesannya

    @indra setiawan @arman mulyadin : yesss karena apapun kondisi kita, jalan2 teman setia yang menenangkan

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Akhir Sebuah Kisah

Kehidupan manusia dewasa itu sungguh unik. Kadang kita harus merelakan hal-hal yang sebetulnya krusial hanya karena hal-hal sepele. Saya merelakan melepaskan persahabatan yang sudah terjalin beberapa tahun lamanya, hanya karena masalah komunikasi. Bahwa benar ketika ego manusia  sudah berbicara. Merasa harga dirinya terkoyak, hati nurani  itu tertutup  seperti  goa es yang sulit  dijangkau. Iya kita tidak akan pernah bisa menyenangkan dan memenangkan hati semua orang. Tidak  akan pernah bisa, karena waktu kita terbatas.  Semakin dewasa dan semakin menua.  Diri ini terkadang sedih,  ada banyak hal yang nampaknya sederhana tetapi itu memiliki makna yang kompleks.Seperti  persahabatan dengan seseorang misalnya. Ada setiap  masa dengan setiap pemeran didalamnya. Hanya saja rasanya seperti hati yang patah.  Ada rongga yang kosong,  dan menganga yang hanya bisa dirasakan saja. Mencoba  menjelaskan, tetapi tertolak. Setia...

Itinerary Pendakian Gunung Arjuno - Welirang Jawa Timur Start Malang (Naik via Tretes, Turun via Wonosari)

ITINERARY PENDAKIAN  Day 1 • 15.00-07.30 : Pasar Senen – Stasiun Malang menggunakan kereta Matarmaja  Day 2 • 07.30 – 08.30 : Sarapan, bersih-bersih, repacking di dekat Stasiun Malang • 08.30 -11.30 : Term. Arjosari - Tretes 4 jam Dari st. Kota baru malang, dilanjutkan naik angkot  L300 / bis jurusan surabaya untuk meuju pandaan. dilanjutkan naik angkot jurusan Pandaan -tretes turun di base camp. • 11.30 -12.00 : Pos 1 / Post Perhutani Tretes 30 Menit Mengurus perijinan di pos ini dengan tarif Rp. 10.000 (saya ambil batas atas) , fasilitas MCK, dan penginapan. • 12.00 -12.30 : Pos 1 - Pet Bocor 30 Menit. Di pos ini terdapat mata air, diperlukan waktu 30 menit dari pos 1 untuk mencapai pos pet bocor ini • 12.30 -16.30 : Pet Bocor - Kokopan 3.5 -4 jam Kondisi jalur adalah jalur lebar yang untuk satu mobil jeep, jalannya berbatu dan kadang diselingi pohon -pohonan dan semak -semak dipinggir jalur. karena kokopan adalah tempat penampungan belerang yang...

Beauty Krakatoa

Lovely place with awesome pict... Waiting the stories :)